Path

Sabtu, 02 Juni 2012

Manusia dan Harapan

Manusia Dan Harapan

Pada penulisan kali ini saya akan menuliskan tentang manusia dan harapan, pertama apa itu harapan? Harapan hampir mirip dengan cita-cita, hanya saja biasanya cita-cita itu adalah sesuatu yang diinginkan setinggi-tingginya, sedangkan harapan itu tidak terlalu muluk. Meskipun demikian, harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu :

1. Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
2. Pada umumnya baik cita-cita maupun harapan adalah menginginkan hal yang lebih baik atau lebih meningkat.

Intinya setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.

Ada 2 hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu :

1. Dorongan Kodrat

Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.

2. Dorongan Kebutuhan Hidup

Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.

Dari sini dapat saya simpulkan bahwa harapan seseorang itu akan semakin berembang mengikuti pengetahuan dan pengalaman orang tersebut, faktor lingkungan juga mempengaruhi tingkat harapan seseorang.


Referensi : http://laelatulafifah.blogspot.com/2012/01/manusia-dan-harapan.html

Selasa, 29 Mei 2012

Manusia dan Keindahan ( Seni Musik )

           
MANUSIA DAN KEINDAHAN ( DALAM SENI MUSIK ) 
           
Sebagai mahasiswa, music tidak lepas dari kehidupan saya, bagi saya music adalah salah satu cara untuk menunjukkan ekspresi diri oleh karena itu pada penulisan kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang Manusia dan keindahan dalam hal ini saya mengkhususkannya dalam hal keindahan seni musik, pertama yang harus kita ketahui adalah apa itu keindahan? Sebenarnya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk.

Berbicara tentang seni musik  tak ada seorangpun yang tak kenal dengan musik, tak dapat dipungkiri bahwa musik telah menyatu dalam kehidupan kita. Mulai dari anak kecil sampai orang tua, masyarakat primitive sampai modern semua menyukai musik. Dunia tanpa musik ibarat nasi tanpa lauk. Semua orang membutuhkan musik, karena itulah musik begitu penting bagi kehidupan kita.

Musik adalah suatu seni, dimana seni itu merupakan segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah. Sedangkan sesuatu yang indah itu dapat tercipta dengan adanya suatu kreativitas.
Lalu apakah seni musik itu? Serta bagaimanakah hubungan estetika dan kreativitas dalam seni musik itu?

Seni musik sering kita jumpai dalam kehidupan, khususnya dalam dunia pendidikan. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi terdapat pelajaran tentang seni musik. Menurut Muharam (1991) menyatakan seni atau kesenian secara umum dikenal sebagai rasa keindahan umumnya dan rasa keharuan khususnya yang melengkapi kesejahteraan hidup. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, Seni diartikan sebagai kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi. Sedangkan dari Wikipedia Bahasa Indonesia, musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera orang. Menurut Seefeldt (1994: 416) musik merupakan sesuatu yang menyenangkan, mengagumkan, baik dinikmati sendiri maupun dalam kelompok orang. Jadi, seni musik adalah suatu karya manusia yang berawal dari kesanggupan untuk menciptakan sesuatu yang mempunyai rasa keindahan yang dituangkan dalam bentuk bunyi atau alunan nada yang dapat dinikmati oleh setiap orang.

Seni musik selalu berkaitan dengan keindahan. Ilmu yang membahas tentang keindahan disebut estetis. Mayesky (1990) menyatakan estetis berkenaan pada suatu apresiasi bentuk keindahan dan perasaan haru atau kekaguman. Seni merupakan keindahan kreasi manusia. Pada seni musik keindahan dapat mencakup dalam berbagai unsure musik, misalnya keindahan dalam irama, melodi, harmoni, tempo, dinamik, dan warna nada. Estetika dalam bermusik itu tergantung dari bagaimana seseorang itu bisa berkreasi, mencipta dan mengembangkan musik itu sendiri.

Peran kreativitas sangat penting dalam mengembangkan seni musik. Kreativitas menurut Campbel (1995) adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru, berguna dan dapat dimengerti. Sedangkan Mayesky (1990) berpendapat bahwa kreativitas sebagai suatu cara berpikir dan bertindak atau membuat sesuatu yang asli untuk individu dan orang lain. Mengapa kreativitas sangat penting dalam seni musik? Hal itu dikarenakan tanpa adanya suatu kreativitas, tak akan tercipta suatu karya seni musik yang indah. Keindahan suatu karya tergantung pada tingkat kreativitas seseorang, semakin tinggi kreativitas maka akan semakin bagus atau indah pula karya yang dihasilkan. Jadi dalam seni musik sangat diperlukan suatu kreativitas sehingga dapat tercipta suatu karya seni musik yang indah.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa estetika dan kreativitas sangat erat kaitannya dengan seni musik. Estetika dalam seni musik tergantung pada kreativitas seseorang dalam mengembangkan musik, dan untuk menghasilkan karya seni musik yang indah sangat diperlukan suatu kreativitas.

Referensi : http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/05/estetika-dan-kreatifitas-dalam-seni-musik/ & http://ubietzzz.blogspot.com/2012/05/manusia-dan-keindahan.html

Minggu, 01 April 2012

Manusia dan Kesusastraan

Manusia dan Kesusastraan

            Di dalam sastra, manusia juga berperan penting dalam membudayakan sebuah bahasa, dan tidak hanya bahasa saja, tapi sastra lain seperti drama dan teater. Diperlukan keahlian yang khusus untuk dapat memainkan peran yang baik menggunakan bahasa yang baik pula. Sastra juga termasuk seni yang bisa dikembangkan dengan baik oleh manusia yang berkreatif. Tanpa adanya manusia, sastra pun tidak akan pernah muncul, karena sastra berakar dari kepribadian seorang manusia itu sendiri. Seperti contohnya, teater yang menceritakan tentang sebuah kisah, maka manusia dituntut untuk dapat memainkan peran yang diperagakan agar dapat terasa apa yang dicerikan itu, padahal cerita tersebut hanya karangan atau bahkan imajinasi dari pengarang . Tapi dengan adanya manusia yang memerankan peran yang dimaksud dengan menjiwai karekternya masing-masing, kita dapat merasakan dan juga ikut masuk ke dalam cerita tersebut.
Oleh karena itu, manusia dan kebudayaan akan tetap saling berdampingan karena sudah menjadi rasa tersendir bagi kehidupan manusia. 

Selanjutnya yang harus diketahui adalah pengertian sastra itu sendiri yaitu merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Negara Indonesia merupakan satu dari sekian banyak Negara dimana budayanya berkaitan erat dengan kesusastraan. 

            Hubungan manusia dengan sastra adalah dalam hal bahasa dan kesenian dan banyak lagi hal lainnya, manusia menciptakan hasil karya seni yang kemudian dapat dekembangkan menjadi karya sastra dalam bentuk apapun seperti prosa, puisi, dan banyak lagi karya sastra lainnya.



Referensi :
http://republicrey.blogspot.com/2011/06/manusia-dan-kesusastraan.html

Manusia dan Kebudayaan

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

            Pada pembelajaran kali ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana hubungan manusia dan kebudayaan, manusia dan kebudayaan sangat erat terkait satu sama lain. Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Sang Pencipta. 
            Budaya tercipta/terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini.  Di samping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya Manusia.
             Yang harus diketahui terlebih dahulu adalah apa itu definisi manusia dan apa itu definisi dari kebudayaan itu sendiri, jika dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan system yang dimiliki oleh manusia.  Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan  Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu,  menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing – masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan  Tuhan yang lain.  Manusia diturunkan ke bumi oleh Tuhan agar dapat menjadi khalifah dan pemimpin. Menghuni bumi yang kita tinggali sekarang ini untuk melanjutkan hidup sebelum kembali kepada-Nya.
Sedangkan definisi kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Badudu- Zain) Kebudayaan adalah, 1 segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia sebagai hasil pemikiran dan akal budinya; 2 peradaban sebagai hasil akal budi manusia; 3 ilmu pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang dimanfaatkan untuk kehidupannya dan memberikan manfaat kepadanya.
Pada masyarakat perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yanga statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.


Sekarang kita harus mengetahui kaitan antara manusia dengan kebudayaan secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya ? Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuia dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan.pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri itu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.
Dari tulisan ini saya menyimpulkan bahwa hubungan manusia dengan kebudayaan itu sangat erat hubungannya, karena kebudayaan itu sendiri diciptakan oleh kebiasaan kebiasaan yang dilakukan manusia dalm jangka waktu yang lama sehingga hal tersebut menjadi kebudayaan yang akan sulit untuk dihilangkan.


*Referensi :


Jumat, 30 Maret 2012

Manusia dan Cinta Kasih

Manusia dan Cinta Kasih
Sebagai manusia tentunya kita mempunyai perasaan saling mencintai dan mengasihi satu sama lain, pada penulisan kali ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana hubungan manusia dengan cinta kasih itu sendiri.

Pertama kita harus mengetahui apa definisi Cinta itu sendiri Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut. Cinta juga adalah satu perkataan yang mengandung makna perasaan yang rumit namuan bisa di alami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan waktu. Misalnya sekarang percintaan itu lebih erat kaitannya dengan hal hal yang berbau romantisme. Penggunaan istilah cinta dalam masyarakat Indonesia dan Malaysia lebih dipengaruhi perkataan love dalam bahasa Inggris. Love digunakan dalam semua amalan dan arti untuk eros, philia, agape dan storge.

Sedangkan definisi kasih atau kasih sayang adalah tidak jauh berbeda dari definisi cinta itu sendiri, perbedaannya menurut saya adalah cinta itu tidak dapat diungkapkan kepada semua orang sedangkan kasih saying itu bisa dan bahkan harus, karena sebagai umat manusia kita harus saling mengasihi dan menyayangi.

Jadi menurut saya hubungan cinta kasih dengan manusia itu adalah mutlak dan tidak dapat dipisahkan, karena sebagai mahluk sosial kita ddiciptakan untuk salaing mengasihi dan menyayangi, dalam kehidupan pribadi juga kita harus mencintai pendamping hidup kita dan juga harus mencintai sang pencipta Allah SWT.


Referensi :
http://arfanart.wordpress.com/2012/03/21/manusia-dan-cinta-kasih/